Senin, 24 Oktober 2016
5 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Lelaki Dalam Memilih Pasangan Hidup
Hallo!! Lohha!!
Akhirnya saya dapat ide juga nih,
untuk postingan yang lagi hits. Sejak beranjak remaja, kayaknya memilih dan
dipilih pasangan itu jadi kata yang sering kita dengar ya. Bahkan seiring
bertambahnya usia, kata-kata itu justru jadi kebutuhan primer. Sampai akhirnya
kita menemukan pasangan yang tepat untuk melangkah lebih serius ke jenjang
pernikahan. Nah, dalam postingan kali ini saya lagi tertarik nih mengamati dan
memperhatikan tingkah laku lelaki dalam memilih bakal calon atau calon pasangan
hidup.
Berikut adalah 5
kesalahan yang kerap kali dilakukan lelaki dalam memilih pasangannya.
1. Lelaki pada umumnya, hanya melihat atau menilai penampilan dan dandanan
wajah semata.
Pada umumnya, lelaki
lebih memilih perempuan yang berpenampilan modis/seksi, make up tebal,
mengendarai kendaraan orang tua, atau terlihat sosialita. Padahal sesungguhnya,
kecantikan itu bukan apa yang kita pakai, kita rias atau kita pamerkan.
Kecantikan itu justru yang berasal dari hati dan pikiran perempuan itu sendiri.
Sejujurnya, hal ini akan memicu penyesalan ketika anda mengetahui pasangan anda
tidak secantik saat mereka berdandan setelah pernikahan. Karena pasangan anda
tidak mungkin ber-make up saat tidur, memasak atau mandi, bukan? Maka lebih
baik, anda menerima mensyukuri dandanan dan kecantikan yang sederhana dan apa
adanya. Jangan salah kaprah, saya tidak bilang perempuan tidak boleh ber-make
up atau lelaki tidak boleh memilih pasangan yang hobi ber-make up. Namun jangan
jadikan hal itu pertimbangan utama.
2. Pada umumnya, lelaki lebih menyukai perempuan yang tidak banyak omong
atau berkomentar tentang kebiasaannya.
Saya seorang lulusan
Teknik Komputer, mendengar teknik memang identik dengan lelaki. Tidak heran
bila saya jadi satu-satunya perempuan di kelas saya. Hal ini membuat saya
sering mendengar isi hati dan keluhan teman-teman saya, termasuk tentang
pasangan mereka, saat berkumpul bersama pada jam istirahat atau waktu-waktu
berkumpul lainnya. Hampir setiap kali, bahasannya tidak jauh berbeda. Mereka
kerap kali mengeluhkan sikap pasangan masing-masing yang sepertinya senang
sekali mengomentari kebiasaan mereka. Misalnya : kebiasaan begadang, minum
minuman keras, minum minuman bersoda/manis seusai makan, merokok (terlalu
banyak pada kasus orang-orang tertentu yang memberi dispensasi untuk kebiasaan
merokok), makan makanan tidak sehat, menonton siaran langsung pertandingan
bola/moto GP/lainnya hingga dini hari (padahal begitu matahari terbit, harus
berangkat kerja) atau bekerja tanpa mempertimbangkan istirahat.
Mereka menganggap seolah
mereka dikekang atau diatur oleh pasangan mereka. Tanpa tahu atau mengerti
maksud dan tujuan omel-omelan pasangan mereka. Sesungguhnya, kalau mereka
memberikan sedikit saja hati mereka untuk mengerti dan memahami isi hati
pasangan mereka. Omel-omelan itu justru bentuk sebuah pengorbanan. Saat para
perempuan ini mengomel, atau marah, entah berapa banyak sel-sel tubuhnya yang
mati, tak terhitung pula kerutan-kerutan halus yang muncul, atau bahkan akan
mengurangi hari-hari mereka. Semua itu hanya demi menjaga kesehatan dan
kebugaran pasangan yang dicintai. Layakkah pengorbanan ini dibayar dengan
ocehan-ocehan menyepelekan atau kemurkaan? Bayangkan, jika pasangan anda tidak
peduli dan tidak banyak bicara soal kebiasaan buruk ini.
Mungkin para lelaki
ini akan dihampiri banyak penyakit sebelum usia pensiun. Seandai anda sakit
sebelum anda pensiun, sebelum anak anda mandiri, dapatkah anda pastikan istri
anda yang pendiam dan tidak peduli itu tetap bersama anda? Ada banyak lelaki
yang ditinggal 'istrinya' saat sudah tidak bermata pencaharian, sedangkan
mereka terlihat begitu manis dan tidak banyak omel saat suaminya masih segar
bugar dan sehat wal'afiat. Nah, tentukan pilihan anda! (Ayah saya juga
melakukan hal yang sama. Untungnya kakak laki-laki saya tidak, dia lebih paham
artinya dicintai. Dan saya pun sedang mencari lelaki yang serupa. :-P )
3. Sebagian lelaki juga menyukai telapak tangan halus perempuan.
Ada puluhan cerita
legenda, sastra, film, bahkan sinetron yang menggambarkan sesosok perempuan
dengan telapak tangan halus yang pantas dijadikan istri atau membuat sang
pangeran jatuh cinta. Tahukah anda, apa saja yang menyebabkan tangan perempuan
menjadi kasar? Mengerjakan pekerjaan rumah, seperti mencuci piring, mencuci
pakaian, menyetrika, memasak, membereskan rumah menjadi alasan terbesar telapak
tangan perempuan jadi kasar. Ya, meski tidak semua perempuan akan memiliki
telapak tangan kasar karena mengerjakan pekerjaan rumah atau tidak semua
perempuan bertelapak tangan halus tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah. Namun
terlalu naif bila halusnya telapak tangan dijadikan motif utama jatuh cinta
atau ketertarikan lelaki pada lawan jenisnya. Karena pada faktanya lelaki
menikah agar ada seseorang yang dapat mengurus dan mengatur rumahnya (termasuk
dirinya) serta merawat orang tuanya. Sedangkan pada dasarnya, dapat mengurus
rumah, suami, anak dan orang tua dengan baik adalah naluri perempuan.
4. Sebagian besar lelaki menyukai perempuan ogah-ogahan makan.
Menurut beberapa teman
saya, perempuan itu tidak boleh menghabiskan satu porsi makanan yang disediakan
restoran atau cafe. Kalau bisa cukup memesan setengah porsi, atau bereaksi
seolah-olah sudah kenyang di depan lelaki walau hanya makan sedikit sekali
(tidak benar-benar kenyang) dengan alasan agar terlihat manja.
Namun pernyataan
berbeda datang dari ibu mertua kakak laki-laki saya. Mami, begitu ia kerap
disapa, berkata bahwa kepribadian seseorang itu terlihat saat makan. Bila saat
makan saja dia tidak bisa serius, tidak bisa memilih apakah benar dia sudah
kenyang atau belum atau mungkin memilih tidak makan kalau memang masih kenyang,
lantas bagaimana bisa dia mengatur rumah tangganya dengan baik. Itu sebabnya
pula kakak ipar saya memilah-milah teman perempuannya yang akan diajak mampir
ke rumah.
Ada pula beberapa jenis
perempuan yang memang suka bermanja-manjaan saat makan. Jujur, sebagai
perempuan saya tidak suka jenis perempuan ini. Dan untungnya saya bukan sejenis
perempuan seperti demikian, kalau tidak, saya tidak akan bisa bertandang ke
rumah ibu mertua kakak saya. Hehehehe.......
5. Tidak mempertimbangkan tujuan hidup.
Meski tidak semua,
namun masih ada saja lelaki yang menikah tanpa mempertimbangkan kesamaan visi,
misi dan tujuan hidup dengan pasangannya. Hal ini merupakan hal yang sangat
fatal dan bisa mengakibatkan pertengkaran jangka panjang. Ada baiknya, sebelum
menikah kedua belah pihak harus saling mengetahui visi, misi dan tujuan hidup
satu sama lain. Setidaknya, hubungan tersebut tidak akan berjalan di tempat.
Nah, begitulah
kira-kira kesalahan yang sering lelaki lakukan. Semoga bermanfaat.
Langganan:
Postingan (Atom)