Selasa, 22 Juli 2014

Siapakah Yang Mampu Mengubah Indonesia? (Bagian 1)


            Salam sejahtera!

            Seperti yang kita ketahui beberapa waktu yang lalu, negara kita tengah merayakan pesta demokrasi yang sangat kita tunggu-tunggu. Ya, dimana kita harus memilih pemimpin selanjutnya bagi bangsa ini. Masih hangat-hangatnya buah bibir ratusan juta rakyat Indonesia tentang pilihan masing-masing. Tentu kita sudah tahu siapa saja yang menjadi kandidat pemimpin masa depan bangsa kita. Bahkan ada banyak orang yang rela saling berdebat hanya ingin mempertahankan pendapat mereka tentang sosok-sosok anak bangsa yang terpilih sebagai calon pemimpin Indonesia di masa yang akan datang. Termasuk salah satu yang melakukan perdebatan itu adalah saya dan bapak saya. Meskipun saya bukan seorang mahasiswi yang begitu tertarik dengan dunia politik.

Suatu kali, saya mendengar seorang dari antara mereka mendeklarasikan visi dan misi mereka pada acara yang sering kita sebut dengan kampanye. Kemudian ia menyelip kalimat-kalimat yang diharapkannya dapat membius rakyat Indonesia agar memilih dirinya. Yang dapat saya kutip, ia berkata, “Apabila saya menjadi Presiden, saya akan bertanggung jawab untuk mengubah Indonesia menjadi negara maju. Jangan salah pilih pemimpin anda! Pilihlah yang terbaik bagi bangsa ini! Saya akan menyejahterakan Indonesia! Saya akan membangkitkan kembali kehormatan bangsa ini di mata dunia!”

            Saat itu saya hanya terperongo mendengar kalimat-kalimat yang diucapkan beliau dengan semangat yang menggebu-gebu. Namun sejurus kemudian, entah kenapa saya merasa kalimat ini sungguh mencerminkan kesombongan yang dimilikinya. Bagaimana mungkin ia seorang diri bersama dengan wakilnya dapat mengubah Indonesia ini menjadi negara maju? Bagaimana mungkin dengan kekuatannya semata ia mampu menyejahterakan Indonesia? Dalam hati saya berteriak, “Anda salah, Pak! Anda sama sekali tidak bisa mengubah Indonesia ini menjadi negara maju! Kekuatan anda sendiri tidak bisa menyejahterakan negara ini!” Namun kalimat itu tak mampu terucap dari bibir saya, karena bapak saya merupakan salah satu pendukung beliau.

            Bagi saya, masa depan bangsa ini berada di tangan para anak-anak muda bukan Presiden Indonesia. Generasi yang akan melanjutkan nafas kehidupan dan nasib bangsa. Apakah bangsa ini akan tetap menjadi negara miskin atau akan beranjak menuju ke arah yang lebih baik? Jawabannya hanya ada pada generasi muda penerus bangsa, bukan pada calon pemimpin negara. Kita sebagai anak muda yang seharusnya sadar bahwa kita harus memulai perubahan demi perubahan dari diri kita sendiri. Membuang kebiasaan buruk dengan membuang-buang waktu di diskotik, menghentikan kesenangan kita untuk mencuri jam sekolah untuk pergi ke tempat-tempat lain tanpa izini orang tua alias “bolos”. Mari kita belajar mencintai tubuh kita dengan tidak lagi menjalin hubungan bebas, hamil diluar pernikahan (bagi remaja putri), dan membiarkan anak-anak kita terlantar di jalanan. Seharusnya kita tidak lagi mencari-cari pemimpin yang mampu mengubah Indonesia menjadi lebih baik tapi menyadari bahwa kitalah yang harus mengubah Indonesia.

            Jangan pernah membiarkan diri kita dibius oleh oknum-oknum penguasa dan mengambil alih hak kita untuk bualan-bualan mereka. Mari kita tunjukkan bahwa kita generasi muda mampu mengemban tanggung jawab kita dan tidak lagi diperdaya oleh oknum-oknum nakal seperti dia. Buktikan kualitas kita sebagai anak bangsa membawa Indonesia menjadi lebih baik, lebih hebat dan berwibawa di mata dunia.

            Dan tidak lupa bagi orang-orang tua untuk mengingatkan kami anak-anak muda. Agar kami tetap berjalan pada visi dan misi bangsa untuk menjadi bangsa yang lebih baik. Tidak lagi dibutakan oleh kesombongan-kesombongan calon pemimpin yang mengumbar-umbar janji bodoh semata. Tidakkah kita sadari bahwa bukan janji yang kita perlu, tapi bukti yang membawa kita menuju jalan yang seharusnya kita tempuh untuk menjadi negara yang berdiri sendiri dan berdampak bagi manca negara. Jadi sekali lagi saya tegaskan, jangan pernah berpikir bahwa pemimpinlah yang dapat mengubah Indonesia melainkan generasi mudalah tumpuan kita. Generasi yang menjadi selimut hangat bagi anak-anak yang kedinginan, orang-orang tua yang kelaparan dan mereka yang masih berteriak kesakitan.

            Salam semangat anak muda bangsa Indonesia!

            Indonesia Merdeka! Indonesia Negara Maju!
****