Minggu, 21 Juli 2013

Sepucuk Surat Untuk Mama

Dearest Mama,
Ucapan kata tak lagi terucap dalam bibirku yang membiru
Aku sudah tak mempunyai kalimat tuk menjelaskan hasratku
Biarlah tangisku yang berkata dalam isaknya
Biarlah lukaku yang melukiskan semua kesalahanku
Bahkan hingga air mata ini takkan lagi meneteskan di mataku

Dalam setiap waktu yang kuraih dalam mentari,
Dalam setiap gelap yang kututup dengan hati
Tak sedikitpun tersirat dalam benakku tuk meninggalkanmu
Meninggalkanmu secepat yang kau mau
Saat emosimu memuncak mengungkapkan luka itu

Kuberteriak dalam jiwaku, kumenangis dalam kesendirianku
Aku bukannya tak ingin menjadi apa yang kau mau
Bukan selalu ingin menyakiti perasaanmu
Namun tolong berikan aku waktu, tolonglah aku
Barang sedetik mungkin begitu berarti bagiku

Jiwaku bekerja dalam malam, terbang bersama awan
Mencari jati diri yang mampu menghapus tangismu
Mama, mengertilah isi hatiku. Mengertilah ma.
Mengertilah betapa aku mencintaimu
Meski tingkahku terkadang harus menyakitimu

Jangan minta aku begitu cepat meninggalkanmu
Jangan minta aku salah memilih seperti yang kau lakukan dulu
Aku tak ingin aku hanya akan menemukan seseorang seperti dia
Dia yang selalu menoreh luka sepanjang hidupmu
Dan manusia yang serupa dengan rupaku

Berikan aku waktu untuk menjadi seperti apa yang kau mau
Berikan aku waktu untuk menemukan dia yang mencintaiku
Dia yang juga tak menyakitimu dan aku
Bukankah kau yang slalu mengatakannya padaku?
Jangan salah pilih lagi!

Hari ini, kapan aku ingin menutup mataku
Aku ingin melihat dalam mata tertutup
Aku ingin mendengar ketika aku tak lagi bisa mendengar
Biar langkahku mampu menemukannya bersama hatiku
Hati yang menjadi bagian dari jiwaku
Agar aku bisa melukiskan tawa dihatimu
Ketika aku sudah tak lagi seatap denganmu

Agar pasir berhenti melukai kerang setelah mutiara


Tidak ada komentar:

Posting Komentar