Salam sejahtera!
Luar biasa! Ada satu suka cita yang tidak dapat saya defenisikan ketika saya masih memiliki kesempatan untuk berbagi lagi di blog ini. Setelah sekian lama 'absen', akhirnya saya dapat mengatur kembali waktu saya untuk meneruskan postingan di blog ini. Kali ini saya benar-benar tergerak pada satu sosok yang setiap minggu sangat menyita perhatian saya. Lelaki setengah baya yang bertubuh kurus, berambut putih sebahu yang selalu tampak bersemangat. Inisialnya 'HS', setiap kali saya bertemu beliau, tidak sekalipun saya melihat wajahnya tampak susah, tampak murung atau tidak bersemangat. Saya sering mendengar beberapa orang berkomentar, "Pak HS ini seperti tidak ada masalah. Sekilas dia benar-benar menikmati hidupnya."
Sekilas info, beberapa tahun lalu ketika saya masih duduk di bangku SMA, saya selalu berpikir "Apa yang akan terjadi pada saya bilamana saya sudah tua nanti?" Sejenak lagi hati saya kembali bertanya, "Akankah saya menikmati apa yang dapat saya nikmati ketika saya masih muda?" Singkatnya, saya begitu takut untuk tumbuh dan menjadi tua. Setiap hari selalu dibayang-bayangi ketakutan yang tampaknya belum tentu akan menjadi nyata. Nah, ketika saya melihat lelaki setengah baya itu, saya semakin mengerti apa yang selama ini belum pernah saya mengerti.
Lelaki itu sudah terkenal di Gereja tempat saya selalu beribadah. Ketika mengenalnya lebih jauh, setiap orang yang mengenalnya seakan baru saja membuka mata karena memang apa yang ada jauh berbeda dengan apa yang dilihat mata. Ia yang selalu terlihat tidak punya masalah, ternyata punya segudang masalah yang sesungguhnya nyata bagi orang-orang yang merasanya nyata. Beberapa tahun lalu, ia menikah dengan seorang perempuan yang cukup jauh lebih muda dengannnya. Mereka berkenalan di sebuah klub malam, sebagai seorang tamu dan seorang pelayan tamu. Ups, tidak seburuk yang anda kira, mereka memutuskan menikah saat keduanya sudah sama-sama bertobat dan kembali ke jalan Tuhan.
Mereka melalui masa-masa pernikahan mereka dengan begitu terlihat sempurna. Bahkan ketika Pak HS beberapa kali operasi mata, ia merawatnya dengan penuh cinta. Namun tahun demi tahun berlalu, sesuatu yang tertutup indah dalam senyuman seorang wanita seakan terbongkar bagai belatung dari pusara. Wanita itu melarikan diri dengan meninggalkan hutang puluhan juta pada Pak HS, entah untuk apa uang itu digunakannya. Logikanya, bagaimana mungkin seorang lelaki setengah baya yang sudah pensiun dapat duduk-duduk manis dan tidak kehilangan kebahagiaannya ketika seorang istri yang dicintainya meninggalkannya, bahkan meninggalkan hutang puluhan juta. Tetapi percaya atau tidak, dia dapat melewatinya. Ia melakukan apa saja yang dapat ia lakukan, ia berdoa dan bekerja di masa-masa senjanya. Tidak seorang pun menyangka, ia akan menjadi seorang yang masih bersemangat, bersuka cita dan tidak pernah kehilangan dirinya sendiri.
Beberapa bulan yang lalu, ia memberanikan diri untuk berbagi cerita tentang pahit manisnya kehidupan yang dilewatinya. Dengan penuh semangat, ia mampu melunasi hutang-hutang istrinya, tubuhnya yang sempat sakit-sakitan karena faktor usia pun kini justru sudah semakin sehat. Tepuk tangan riuh mengakhiri ceritanya. Lelaki itu menjadi rentetan baru pada beberapa orang yang memberi inspirasi dalam hidup saya.
Ya, kini saya mengerti, "Mengapa kita harus takut untuk terlihat tua?", "Mengapa pula kita harus merasa takut tidak dapat menikmati hidup di masa tua?" Tubuh memang akan tumbuh dan menjadi tua. Keriput akan tampak menghiasi wajah yang semula cantik, tampan dan sempurna. Tapi benarkah dengan bertambahnya usia, bertambahnya keriput di wajah, lantas kita akan menjadi tua? Tua itu adalah pilihan, pilihan dimana kita tidak mau menjadi seperti orang-orang yang terlihat tua. Karena tua bukan sekedar bertambahnya usia, tapi ketika kita tidak bisa bersemangat, memilih untuk murung, memikirkan seluruh masalah kita dan kehilangan kebahagiaan yang sesungguhnya meski usia kita masih sangat muda. Sekalipun waktu berlalu bersama bertambahnya usia, hilangnya wajah yang sempurna, namun kita belum tentu tua. Saat semangat kita masih tetap terjaga, tetap tersenyum, tetap bersuka cita, tetap berdoa dan tidak pernah putus asa. Maka pada saat itulah kita masih menikmati masa MUDA sekalipun usia kita sudah TUA!
Inilah aku dengan sedikit arti yang kuberi dan sebagaimana tujuan aku diciptakan!
Salam manis,
Maria Elly Munthe
Pria yg tangguh . Critanya baguuuss. :')
BalasHapusTerima kasih. :)
BalasHapus